7 Istilah Akuntansi dan Penjelasannya dalam Bahasa Bayi
Labalance.id – Pernah dengar istilah “Debit”, “Kredit”, “Akrual”, “Depresiasi”? Bagi pemilik bisnis atau UMKM, istilah-istilah ini sering terdengar seperti bahasa asing yang rumit dan bikin pusing. Akibatnya, banyak yang memilih untuk “main feeling” atau mengabaikan pembukuan sama sekali. Padahal, mengabaikan akuntansi sama seperti mengemudikan mobil di malam hari tanpa menyalakan lampu. Anda mungkin masih bisa maju, tapi Anda tidak tahu apa yang ada di depan Anda. 7 Istilah Akuntansi dan Penjelasannya dalam Bahasa Bayi Kabar baiknya, konsep akuntansi tidak serumit kedengarannya. Mari kita bedah 7 istilah akuntansi yang paling bikin pusing ke dalam “Bahasa Bayi”. 1. Debit & Kredit Ini adalah biang kerok kebingungan nomor satu. Yang Bikin Pusing: Kita terbiasa berpikir Debit = Berkurang (seperti di ATM) dan Kredit = Bertambah (seperti di Kartu Kredit). Di akuntansi, ini BUKAN aturannya. Bahasa Bayi (Analogi Parkir Mobil): Lupakan “tambah” atau “kurang”. Anggap Debit & Kredit sebagai dua sisi catatan yang harus selalu seimbang. Bayangkan Akuntansi sebagai garasi parkir. Debit adalah “TUJUAN” (ke mana uang/nilai pergi) dan Kredit adalah “ASAL” (dari mana uang/nilai berasal). Contoh: Anda beli laptop (Aset) tunai. Tujuannya: Laptop (Aset Anda bertambah) -> Masuk ke Debit. Asalnya: Uang Tunai/Kas (Aset Anda berkurang) -> Keluar dari Kredit. Keduanya harus dicatat. Selalu ada “asal” dan “tujuan”. 2. Aset (Harta) Yang Bikin Pusing: Apakah ini cuma uang di bank? Bahasa Bayi: Aset adalah semua HARTA yang dimiliki bisnis Anda yang punya nilai ekonomi dan bisa membantu Anda menghasilkan uang di masa depan. Ini termasuk: Uang tunai, saldo di bank, laptop, mesin, kendaraan, gedung, dan bahkan tagihan yang belum dibayar pelanggan (Piutang). 3. Liabilitas (Kewajiban/Utang) Yang Bikin Pusing: Apakah ini sama dengan biaya? Bahasa Bayi: Liabilitas adalah semua UTANG atau KEWAJIBAN yang harus dibayar oleh bisnis Anda kepada pihak lain. Ini termasuk: Utang ke supplier (Utang Dagang), pinjaman bank, gaji karyawan yang belum dibayar, atau tagihan listrik yang belum dibayar. 4. Ekuitas (Modal) Yang Bikin Pusing: Apakah ini modal awal saja? Bahasa Bayi: Ekuitas adalah KEKAYAAN BERSIH sejati dari bisnis Anda. Ini adalah sisa “harta” jika semua “utang” Anda lunasi. Rumus Sederhana: Aset (Harta Anda) – Liabilitas (Utang Anda) = Ekuitas (Kekayaan Bersih Anda). 5. Depresiasi (Penyusutan) Yang Bikin Pusing: Biaya apa ini? Saya tidak merasa ada uang keluar. Bahasa Bayi: Ini adalah “biaya gaib” yang sangat penting. Ini adalah cara akuntansi “mencicil” biaya pembelian aset besar selama masa pakainya. Contoh: Anda beli mesin fotokopi Rp 20 juta yang diperkirakan awet 5 tahun. Daripada mencatat biaya Rp 20 juta sekarang, Anda menyebarnya. Rp 20 juta / 5 tahun = Rp 4 juta per tahun. Biaya “keausan” Rp 4 juta per tahun inilah yang disebut Depresiasi. Ini dicatat agar laba Anda tidak terlihat fiktif (terlalu besar) di awal. 6. HPP (Harga Pokok Penjualan) Yang Bikin Pusing: Apa bedanya dengan biaya operasional? Bahasa Bayi: HPP adalah biaya LANGSUNG yang Anda keluarkan untuk membuat atau mendapatkan PRODUK yang Anda jual. Contoh Kedai Kopi: HPP adalah biaya biji kopi, susu, dan cup-nya. Contoh Toko Baju: HPP adalah harga beli baju tersebut dari supplier. Gaji barista atau biaya sewa ruko BUKAN HPP. Itu adalah Biaya Operasional. 7. Basis Akrual (Accrual Basis) Yang Bikin Pusing: Kenapa pendapatan dicatat padahal uangnya belum saya terima? Bahasa Bayi: Akuntansi Akrual adalah metode pencatatan saat transaksi TERJADI, BUKAN saat uangnya pindah tangan. Contoh: Anda adalah agensi desain. Anda menyelesaikan proyek senilai Rp 10 juta di bulan Januari dan mengirim invoice. Klien baru membayarnya di bulan Februari. Dengan Akrual, pendapatan Rp 10 juta itu dicatat di Januari (saat Anda menyelesaikan pekerjaan), bukan di Februari (saat Anda terima uang). Ini memberikan gambaran kinerja bisnis yang jauh lebih jujur. Pusing? Anda Tidak Sendirian, Di Situlah Labalance.id Hadir. Memahami 7 istilah di atas adalah satu hal. Menerapkannya setiap hari pada bisnis Anda adalah hal lain. Salah mencatat Debit/Kredit, lupa menghitung Depresiasi, atau bingung memisahkan HPP bisa berakibat fatal: Anda salah menghitung laba, salah menentukan harga jual, dan bisa bermasalah dengan pajak. Sebagai pemilik bisnis, waktu Anda terlalu berharga untuk dihabiskan pusing menerjemahkan “bahasa akuntansi”. Fokus Anda seharusnya adalah mengembangkan bisnis, mencari pelanggan, dan berinovasi. Inilah mengapa Labalance.id hadir. Labalance.id adalah penyedia jasa pembukuan dan akuntansi profesional yang berfungsi sebagai tim keuangan eksternal Anda. Apa yang Labalance.id Lakukan untuk Anda? Menerjemahkan Pusing Jadi Laporan: Anda tidak perlu lagi pusing dengan Debit, Kredit, atau Akrual. Cukup serahkan data transaksi Anda (bon, faktur, rekening koran). Pembukuan Akurat & Rutin: Tim akuntan kami akan memastikan semua transaksi Anda, termasuk “biaya gaib” seperti depresiasi, tercatat dengan benar dan tepat waktu. Laporan Keuangan Profesional: Setiap bulan, Anda akan menerima laporan keuangan yang rapi dan mudah dibaca (Laba Rugi, Neraca, Arus Kas). Anda akan tahu pasti berapa laba bersih Anda yang sesungguhnya. Kepatuhan Pajak: Dengan pembukuan yang benar, perhitungan dan pelaporan pajak bulanan/tahunan Anda menjadi jauh lebih mudah dan akurat. Akuntansi bukanlah sesuatu untuk ditakuti, tapi itu adalah pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan ketelitian. Jangan biarkan kebingungan istilah menghentikan Anda dari memiliki laporan keuangan yang sehat. Fokuslah pada apa yang Anda kuasai: menjalankan bisnis Anda. Hubungi Labalance.id hari ini untuk konsultasi gratis. Biarkan kami yang mengurus “bahasa pusing” akuntansi, sementara Anda fokus mencetak profit.
7 Istilah Akuntansi dan Penjelasannya dalam Bahasa Bayi Read More »









