Labalance – Banyak pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pebisnis yang kerap kali menghadapi tantangan dalam mengembangkan sumber pendapatan utama. Keterbatasan modal seringkali menjadi batu sandungan untuk memulai lini bisnis baru yang potensial. Namun, bagaimana jika ada peluang bisnis sampingan yang tidak hanya membutuhkan modal terjangkau, namun juga memiliki prospek keuntungan yang menjanjikan? Terutama di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, diversifikasi pendapatan menjadi kunci stabilitas dan pertumbuhan.

Di tahun 2026 mendatang, sektor peternakan masih menawarkan peluang emas bagi para pebisnis yang cerdas melihat celah. Dengan modal awal yang relatif minim, mulai dari Rp3 juta, Anda bisa mulai merintis usaha ternak yang dapat diintegrasikan sebagai bisnis sampingan yang menguntungkan. Artikel ini akan mengulas 10 pilihan usaha ternak yang cocok untuk UMKM dan pebisnis yang ingin menambah pundi-pundi rupiah tanpa mengganggu operasional bisnis utama.
Daftar isi
TogglePotensi Bisnis Sampingan Ternak dengan Modal Terbatas
Usaha ternak, meskipun sering diasosiasikan dengan modal besar, sebenarnya dapat dimulai dengan skala yang lebih kecil dan manajemen yang efisien. Kunci utamanya adalah riset pasar yang tepat, pemilihan jenis ternak yang sesuai dengan kondisi lokal dan permintaan pasar, serta perencanaan bisnis yang matang. Bisnis sampingan ternak ini tidak hanya bisa menjadi sumber pendapatan pasif, tetapi juga sarana belajar dan ekspansi bisnis di masa depan.
Pilihan 10 Usaha Ternak Modal Rp3 Juta untuk Bisnis Sampingan 2026
Berikut adalah beberapa opsi usaha ternak yang bisa Anda pertimbangkan dengan modal awal sekitar Rp3 juta:
1. Ternak Ayam Kampung (Bibitan / Sistem Umbaran
Ayam kampung memiliki permintaan pasar yang stabil dan harga jual yang cenderung lebih tinggi. Dengan Rp3 juta, Anda bisa membeli bibitan berkualitas dan pakan awal. Sistem umbaran atau kandang sederhana sangat cocok untuk skala rumahan.
2. Ternak Kelinci
Kelinci menawarkan siklus reproduksi yang cepat dan potensi penjualan hasil ternak (daging, bulu) serta bibitan. Investasi awal meliputi kandang, bibit kelinci indukan, dan pakan.
3. Ternak Lele Sistem Bioflok/Intensif
Budidaya lele semakin populer, terutama dengan metode bioflok yang memungkinkan kepadatan tebar lebih tinggi dalam kolam yang lebih kecil. Rp3 juta sudah cukup untuk membeli bibit, terpal/kolam, aerator, dan probiotik awal.
4. Ternak Bebek Petelur
Bebek petelur dapat menjadi sumber pendapatan rutin dari penjualan telur. Fokus pada pakan yang baik agar produksi telur maksimal. Modal Rp3 juta cukup untuk membeli beberapa ekor bebek indukan dan kebutuhan kandang.
5. Ternak Puyuh
Puyuh memiliki masa panen yang singkat dan telur puyuh sangat diminati pasar. Kebutuhan lahan yang tidak luas menjadikan usaha ini ideal untuk sampingan.
6. Budidaya Maggot BSF (Black Soldier Fly)
Maggot BSF sangat potensial sebagai pakan ternak alternatif yang bernutrisi tinggi dan juga bisa diolah menjadi pupuk organik. Modal awal sangat terjangkau untuk memulai.
7. Ternak Kambing/Domba (Skala Kecil)
Memulai dengan 2-3 ekor kambing/domba betina bisa menjadi awal yang baik. Fokus pada pakan hijauan dan manajemen perkandangan yang baik.
8. Budidaya Cacing Tanah (Vermicomposting)
Cacing tanah memiliki nilai jual tinggi untuk bahan baku obat, kosmetik, dan pupuk organik. Prosesnya relatif mudah dan tidak memerlukan modal besar.
9. Ternak Burung Pungguk/Burung Hias Kecil
Bagi pecinta burung, usaha ternak burung hias dengan pasar yang spesifik bisa sangat menguntungkan. Mulai dengan jenis yang mudah dibudidayakan.
10. Budidaya Jamur Tiram
Jamur tiram adalah komoditas yang cepat panen dan permintaannya cukup stabil. Modal Rp3 juta bisa dialokasikan untuk pembelian bibit, media tanam, dan perlengkapan dasar.
Manajemen Keuangan dan Legalitas yang Efektif
Memulai bisnis sampingan ternak dengan modal terbatas memerlukan manajemen keuangan yang cermat. Pisahkan catatan keuangan bisnis sampingan dengan keuangan pribadi atau bisnis utama Anda. Lakukan pencatatan transaksi harian, perhitungan biaya pakan, biaya operasional, hingga potensi pendapatan. Ini krusial untuk mengetahui titik impas (BEP) dan margin keuntungan yang sebenarnya.
Selain itu, jangan lupakan aspek legalitas, meskipun skala usaha masih kecil. Memiliki pemahaman yang baik tentang perizinan usaha dan kewajiban perpajakan sejak dini akan meminimalkan risiko di kemudian hari. Dengan pembukuan yang rapi, Anda dapat menyusun laporan keuangan sederhana untuk memantau perkembangan bisnis, mengajukan permodalan jika diperlukan, dan memenuhi kewajiban perpajakan.
Solusi Tepat untuk Keuangan Bisnis UMKM Anda Bersama Labalance.id
Mengelola keuangan dan pembukuan untuk bisnis sampingan, apalagi jika Anda memiliki bisnis utama, bisa menjadi pekerjaan tambahan yang memakan waktu dan tenaga. Di sinilah Labalance.id hadir sebagai solusi terpercaya Anda. Kami menyediakan jasa pembukuan dan perpajakan yang profesional, dirancang khusus untuk membantu para pemilik UMKM dan pebisnis seperti Anda. Dengan tim ahli kami, Anda tidak perlu lagi pusing memikirkan pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, hingga kepatuhan perpajakan. Biarkan kami yang urus detailnya, agar Anda bisa fokus pada pengembangan dan pertumbuhan bisnis, baik bisnis utama maupun bisnis sampingan ternak Anda.
📈 Rapikan Pembukuan Bisnis Anda Sekarang!
Jangan biarkan laporan keuangan yang berantakan menghambat pertumbuhan bisnis. Tim Labalance.id siap membantu pembukuan dan pelaporan pajak usaha Anda.









