Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Rumus dan Contohnya

Persamaan Dasar Akuntansi Pengertian, Rumus dan Contohnya

Labalance.id – Dalam dunia bisnis, akuntansi menjadi bahasa keuangan yang digunakan untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan melaporkan transaksi. Salah satu konsep paling fundamental dalam akuntansi adalah persamaan dasar akuntansi.

Persamaan ini menjadi fondasi dalam penyusunan laporan keuangan, karena memastikan bahwa setiap transaksi dicatat secara seimbang dan akurat.

Bagi pelaku usaha, mahasiswa akuntansi, maupun praktisi keuangan, memahami persamaan dasar akuntansi sangat penting agar tidak salah dalam membuat pencatatan keuangan.

Apa Itu Persamaan Dasar Akuntansi?

Persamaan dasar akuntansi adalah hubungan matematis yang menunjukkan keseimbangan antara aset, kewajiban, dan ekuitas suatu perusahaan.

Secara umum, persamaan ini dapat ditulis sebagai:

Aset=Kewajiban+Ekuitas

Artinya, semua sumber daya (aset) yang dimiliki perusahaan berasal dari dua sumber: hutang (kewajiban) atau modal pemilik (ekuitas).

Unsur-Unsur Persamaan Dasar Akuntansi

1. Aset

Aset adalah semua sumber daya ekonomi yang dimiliki perusahaan dan diharapkan memberikan manfaat di masa depan. Contoh: kas, piutang usaha, persediaan, peralatan, gedung.

2. Kewajiban

Kewajiban adalah utang atau kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang harus dibayar di masa mendatang. Contoh: hutang usaha, hutang bank, gaji karyawan yang belum dibayar.

3. Ekuitas

Ekuitas adalah hak pemilik terhadap aset perusahaan setelah dikurangi kewajiban. Ekuitas sering disebut sebagai modal.

Rumus Persamaan Dasar Akuntansi

Ada beberapa bentuk turunannya seperti:

  1. Persamaan Utama:

    Aset=Kewajiban+EkuitasAset = Kewajiban + Ekuitas

  2. Jika Ekuitas diuraikan lebih lanjut:

    Aset=Kewajiban+(Modal+Pendapatan–Beban–Prive)Aset = Kewajiban + (Modal + Pendapatan – Beban – Prive)

Rumus ini membantu akuntan dalam menyusun laporan keuangan, terutama neraca dan laporan laba rugi.

Contoh Penerapan

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh kasus nyata:

Studi Kasus: Usaha Toko Sembako

  1. Pemilik menyetor modal tunai Rp50.000.000 ke perusahaan.

    • Aset (Kas) bertambah Rp50.000.000

    • Ekuitas bertambah Rp50.000.000

    • Persamaan: Aset Rp50.000.000 = Kewajiban Rp0 + Ekuitas Rp50.000.000

  2. Perusahaan membeli persediaan barang dagang sebesar Rp20.000.000 secara tunai.

    • Aset Kas berkurang Rp20.000.000

    • Aset Persediaan bertambah Rp20.000.000

    • Total aset tetap Rp50.000.000

  3. Perusahaan membeli peralatan senilai Rp10.000.000 secara kredit.

    • Aset (Peralatan) bertambah Rp10.000.000

    • Kewajiban bertambah Rp10.000.000

    • Persamaan: Aset Rp60.000.000 = Kewajiban Rp10.000.000 + Ekuitas Rp50.000.000

  4. Perusahaan memperoleh penjualan tunai sebesar Rp15.000.000.

    • Aset (Kas) bertambah Rp15.000.000

    • Ekuitas bertambah Rp15.000.000 (karena ada pendapatan)

    • Persamaan: Aset Rp75.000.000 = Kewajiban Rp10.000.000 + Ekuitas Rp65.000.000

  5. Perusahaan membayar beban listrik Rp1.000.000 secara tunai.

    • Aset (Kas) berkurang Rp1.000.000

    • Ekuitas berkurang Rp1.000.000 (karena beban)

    • Persamaan: Aset Rp74.000.000 = Kewajiban Rp10.000.000 + Ekuitas Rp64.000.000

Tabel Ringkasan Transaksi

No
Transaksi
Aset
Kewajiban
Ekuitas
1
Setoran modal
+50.000.000
0
+50.000.000
2
Beli persediaan tunai
Kas -20.000.000, Persediaan +20.000.000
0
0
3
Beli peralatan kredit
+10.000.000
+10.000.000
0
4
Penjualan tunai
+15.000.000
0
+15.000.000
5
Bayar beban listrik
-1.000.000
0
-1.000.000
Total
74.000.000
10.000.000
64.000.000

Dari tabel di atas, terlihat bahwa aset selalu sama dengan jumlah kewajiban dan ekuitas, sehingga persamaan dasar akuntansi tetap seimbang.

Menguasai persamaan dasar akuntansi membantu pelaku usaha dan akuntan untuk:

  • Memastikan laporan keuangan selalu seimbang.

  • Mendeteksi kesalahan pencatatan transaksi.

  • Membantu dalam analisis kondisi keuangan perusahaan.

  • Menjadi dasar penyusunan laporan keuangan yang lebih kompleks, seperti neraca dan laporan laba rugi.

Persamaan dasar akuntansi (Aset = Kewajiban + Ekuitas) adalah fondasi utama dalam dunia akuntansi. Setiap transaksi bisnis akan memengaruhi minimal dua akun, namun keseimbangan antara aset, kewajiban, dan ekuitas tetap terjaga. Dengan memahami konsep ini, pelaku usaha dapat menyusun laporan keuangan yang lebih akurat dan terpercaya.

Jika Anda ingin pencatatan keuangan bisnis lebih rapi tanpa harus repot, Anda bisa memanfaatkan jasa pembukuan akuntansi dari Labalance.id. Dengan dukungan profesional, laporan keuangan bisnis Anda akan lebih akurat, terstruktur, dan siap digunakan untuk pengambilan keputusan.

Bagikan Artikel ke :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on linkedin
Share on telegram
Share on pinterest

Artikel Terkait dan