Labalance.id – Dalam dunia akuntansi, jurnal penyesuaian persediaan barang dagang adalah salah satu proses penting yang tidak bisa diabaikan. Mengapa? Karena penyesuaian ini memastikan laporan keuangan mencerminkan kondisi persediaan yang sebenarnya di akhir periode. Tanpa adanya penyesuaian, laba atau rugi perusahaan bisa salah saji dan berdampak besar pada pengambilan keputusan bisnis.
Artikel ini akan membahas secara detail pengertian, tujuan, cara membuat jurnal penyesuaian persediaan barang dagang, hingga contoh kasus nyata agar mudah dipahami, baik oleh mahasiswa akuntansi maupun pelaku bisnis.
Daftar isi
ToggleApa Itu Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang Dagang?
Secara sederhana, jurnal penyesuaian persediaan barang dagang adalah pencatatan untuk menyesuaikan nilai persediaan barang yang tersisa di akhir periode akuntansi. Nilai persediaan ini perlu dicatat agar laporan laba rugi dan neraca mencerminkan data yang akurat.
Tanpa penyesuaian, bisa jadi jumlah persediaan yang tercatat berbeda dengan kondisi riil di gudang. Perbedaan ini bisa terjadi karena penjualan, pembelian, retur, atau bahkan kerusakan barang.
Tujuan Jurnal Penyesuaian Persediaan
Pembuatan jurnal penyesuaian persediaan memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
-
Menyajikan laporan keuangan yang akurat – Laba rugi perusahaan akan sesuai dengan kondisi riil persediaan.
-
Menghindari kesalahan pencatatan – Terutama untuk menghindari double entry atau nilai persediaan yang terlalu tinggi/rendah.
-
Menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan) dengan tepat – Persediaan akhir memengaruhi perhitungan HPP.
-
Mempermudah evaluasi manajemen – Dengan data yang akurat, perusahaan bisa menentukan strategi pengadaan barang di periode berikutnya.
Rumus Dasar Perhitungan Persediaan
Dalam metode periodik, jurnal penyesuaian persediaan barang dagang berkaitan erat dengan rumus HPP berikut:
HPP = Persediaan Awal + PembelianBersih−PersediaanAkhirHPP = Persediaan Awal + Pembelian Bersih – Persediaan AkhirHPP=PersediaanAwal+PembelianBersih−PersediaanAkhir
-
Persediaan Awal: Nilai barang dagang di awal periode.
-
Pembelian Bersih: Total pembelian barang dagang dikurangi retur pembelian dan potongan pembelian.
-
Persediaan Akhir: Nilai barang dagang yang masih tersisa di akhir periode (berdasarkan stok opname).
Bentuk Jurnal Penyesuaian Persediaan
Pada umumnya, jurnal penyesuaian persediaan barang dagang dibuat dengan dua pencatatan:
-
Menghapus persediaan awal
Ikhtisar Laba Rugi xxx
Persediaan Barang Dagang xxx -
Mencatat persediaan akhir
Persediaan Barang Dagang xxx
Ikhtisar Laba Rugi xxx
Contoh Kasus Jurnal Penyesuaian Persediaan
Mari kita lihat contoh sederhana agar lebih jelas.
Kasus:
-
Persediaan awal: Rp10.000.000
-
Pembelian bersih: Rp25.000.000
-
Hasil stok opname menunjukkan persediaan akhir: Rp8.000.000
1. Hitung HPP
HPP=10.000.000+25.000.000−8.000.000=27.000.000HPP = 10.000.000 + 25.000.000 – 8.000.000 = 27.000.000HPP=10.000.000+25.000.000−8.000.000=27.000.000
2. Jurnal Penyesuaian
-
Menghapus persediaan awal:
Ikhtisar Laba Rugi 10.000.000
Persediaan Barang Dagang 10.000.000
-
Mencatat persediaan akhir:
Persediaan Barang Dagang 8.000.000
Ikhtisar Laba Rugi 8.000.000
3. Tabel Ilustrasi
Keterangan |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
---|---|---|
Ikhtisar Laba Rugi |
10.000.000 |
|
Persediaan Awal |
10.000.000 |
|
Persediaan Akhir |
8.000.000 |
|
Ikhtisar Laba Rugi |
8.000.000 |
Dengan jurnal penyesuaian ini, laporan keuangan akan menampilkan nilai persediaan yang sebenarnya, sehingga laba rugi yang dihasilkan lebih akurat.
Pentingnya Penyesuaian Persediaan dalam Bisnis
Jika penyesuaian persediaan tidak dilakukan, maka laporan keuangan bisa menyesatkan. Misalnya, laba terlihat besar padahal banyak barang rusak yang tidak diperhitungkan. Sebaliknya, laba bisa tampak kecil padahal stok barang masih tinggi.
Oleh karena itu, setiap akhir periode, perusahaan wajib melakukan stock opname dan menyesuaikan pencatatan agar sesuai dengan kondisi nyata.
Jurnal penyesuaian persediaan barang dagang adalah proses penting dalam akuntansi untuk memastikan laporan keuangan akurat. Dengan menghitung persediaan awal, pembelian bersih, dan persediaan akhir, perusahaan dapat menentukan HPP dengan tepat serta menampilkan laba rugi yang sesuai kondisi riil.
Jika Anda adalah pemilik bisnis yang kesulitan melakukan pencatatan akuntansi secara detail, termasuk membuat jurnal penyesuaian, Anda bisa mempercayakan proses ini kepada tenaga profesional.
👉 Gunakan jasa pembukuan akuntansi bersama Labalance.id untuk solusi praktis, akurat, dan terpercaya dalam mengelola keuangan bisnis Anda.