January 5, 2026

Jasa Pembukuan Digital Untuk Bisnis Usaha Anda

Memahami Dampak PMK 81 Tahun 2024 pada Pelaporan SPT Masa PPN

Labalance – Sobat Labalance, tahukah Anda bahwa terdapat pembaruan signifikan dalam regulasi perpajakan yang akan memengaruhi cara Pengusaha Kena Pajak (PKP), pemungut PPN, dan pelaku usaha digital melaporkan kewajiban PPN mereka? Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024 hadir sebagai tonggak penting dalam modernisasi sistem administrasi perpajakan Indonesia melalui implementasi Coretax System. Regulasi ini tidak hanya menyajikan platform pelaporan pajak secara elektronik, tetapi juga membawa sejumlah perubahan substansial yang krusial untuk dipahami. PMK 81 Tahun 2024 menjadi landasan hukum utama dalam transformasi digital perpajakan. Implementasi Coretax System bertujuan untuk menyederhanakan, mempercepat, dan meningkatkan akurasi pelaporan serta pembayaran pajak. Bagi Sobat Labalance yang terdaftar sebagai PKP, pemungut PPN, atau menjalankan bisnis yang bertransaksi secara digital, memahami dampak PMK ini terhadap pelaporan SPT Masa PPN adalah sebuah keharusan. Perubahan yang dibawa oleh PMK 81 Tahun 2024 mencakup berbagai aspek, mulai dari format pelaporan, mekanisme validasi, hingga tenggat waktu pelaporan. Dengan adanya sistem yang terintegrasi, diharapkan pelaporan SPT Masa PPN dapat menjadi lebih efisien dan minim kesalahan. Namun, kompleksitas perubahan ini terkadang dapat menimbulkan kebingungan bagi para pelaku usaha. Di sinilah peran penting layanan pembukuan profesional menjadi krusial. Di Labalance.id, kami memahami betapa pentingnya kepatuhan pajak bagi keberlangsungan bisnis Anda. Tim ahli kami siap membantu Anda menavigasi setiap perubahan regulasi perpajakan, termasuk yang terbaru dari PMK 81 Tahun 2024. Kami menawarkan layanan pembukuan yang komprehensif, penyusunan laporan keuangan yang akurat, serta pelaporan pajak yang tepat waktu dan sesuai dengan peraturan terbaru. Dengan demikian, Sobat Labalance dapat fokus pada pengembangan bisnis tanpa perlu khawatir akan kerumitan administrasi perpajakan. Mari pastikan pelaporan SPT Masa PPN Anda selalu terdepan dan sesuai. Pusing Mengurus Pembukuan & Pajak? Serahkan urusan laporan keuangan bisnis Anda kepada Labalance.id. Hemat waktu, akurat, dan fokuslah mengembangkan bisnis Anda.

Memahami Dampak PMK 81 Tahun 2024 pada Pelaporan SPT Masa PPN Read More »

Jasa Pembukuan Digital Untuk Bisnis Usaha Anda

Payment Collection: Pengertian dan Contoh Praktis di Indonesia

Labalance – Sobat Labalance, di era bisnis modern yang serba cepat dan digital ini, kemampuan mengelola kas masuk menjadi kunci keberlangsungan usaha. Salah satu aspek krusial yang perlu diperhatikan adalah Payment Collection. Lebih dari sekadar menerima uang dari pelanggan, payment collection merupakan serangkaian proses strategis yang memastikan dana masuk ke bisnis Anda secara aman, tepat waktu, dan efisien. Secara sederhana, payment collection dapat diartikan sebagai seluruh aktivitas yang bertujuan untuk mengumpulkan pembayaran dari pelanggan atas barang atau jasa yang telah diberikan. Proses ini mencakup mulai dari penagihan yang efektif, pemantauan piutang, hingga tindak lanjut jika terjadi keterlambatan pembayaran. Mengapa payment collection begitu penting? Karena arus kas yang lancar adalah ‘darah’ bagi setiap bisnis. Keterlambatan pembayaran dari pelanggan dapat menghambat operasional, menunda pembayaran kewajiban lain, bahkan bisa mengancam kelangsungan bisnis itu sendiri. Contoh Praktis Payment Collection di Indonesia: Penagihan Proaktif: Bisnis e-commerce yang mengirimkan notifikasi pembayaran otomatis kepada pelanggan sebelum tenggat waktu. Berbagai Pilihan Pembayaran: Menyediakan opsi pembayaran yang beragam, seperti transfer bank, e-wallet (OVO, GoPay, Dana), kartu kredit/debit, dan minimarket. Sistem Penagihan Bertahap: Untuk transaksi bernilai besar, seperti pembelian properti atau proyek, bisnis seringkali menerapkan skema pembayaran bertahap sesuai progres. Tim Penagihan Khusus: Perusahaan besar sering memiliki divisi atau tim khusus yang bertugas untuk memantau piutang dan melakukan penagihan aktif kepada pelanggan yang terlambat membayar. Sistem Otomatisasi: Memanfaatkan software atau platform keuangan yang dapat membantu mengotomatisasi proses penagihan, pengingat pembayaran, dan pelacakan status pembayaran. Mengelola payment collection dengan baik membutuhkan sistem yang terstruktur dan pemantauan yang cermat. Di sinilah peran penting jasa bookkeeping profesional dari Labalance.id sangat dibutuhkan. Kami dapat membantu Anda membangun sistem pengelolaan piutang yang efisien, memantau arus kas secara akurat, serta memastikan setiap transaksi pembayaran tercatat dengan baik, sehingga bisnis Anda dapat beroperasi dengan lebih lancar dan terhindar dari masalah likuiditas. Pusing Mengurus Pembukuan & Pajak? Serahkan urusan laporan keuangan bisnis Anda kepada Labalance.id. Hemat waktu, akurat, dan fokuslah mengembangkan bisnis Anda.

Payment Collection: Pengertian dan Contoh Praktis di Indonesia Read More »